Pengertian, Hukum dan Macam Macam Jenis Riba Beserta Contohnya

pengertian riba

Bagi umat Islam, sepertinya istilah riba itu sudah tak asing lagi ketika mendengarnya bukan? Biasanya riba ini akan dikaitkan dengan ekonomi ataupun juga keuangan.

Pada dasarnya, riba ini diartikan juga sebagai pemberian bunga dalam proses peminjaman uang, serta berbagai hal yang berhubungan dengan uang yang dilakukan pada bank konvensional.

Lebih tepatnya lagi, pengertian riba itu adalah segala kelebihan nilai yang diberikan dalam berbagai transaksi pembelian ataupun pinjam-meminjam yang dilakukan secara bathil dan tentu saja sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang ada.

Pengertian Riba Menurut Ahli Fiqih

Menurut pendapat para ahli fiqih, terdapat beberapa pengertian riba yang bisa diartikan menjadi beberapa artian. Pengertian mengenai riba dari beberapa ahli fiqih itu di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Menurut pendapat dari ahli fiqih Al-Mali riba diartikan sebagai sebuah akad yang terjadi atas pertukaran barang ataupun suatu komoditas tertentu yang tak diketahui dengan transparan secara imbang menurut syara’, ketika melakukan sebuah akad ataupun mengakhiri penukaran dari kedua belah pihak.

2. Menurut pendapat ahli fiqih Abdul Rahman Al-Jaziri, riba diartikan sebagai akad yang terjadi dari sebuah pertukaran berbagai hal yang tak diketahui imbang menurut syara’ atau salah satu dari mereka terlambat mengetahuinya.

3. Menurut pendapat dari ahli fiqih Syeikh Muhammad Abduh, riba diartikan sebagai penambahan yang dijadikan sebuah syarat oleh orang kaya yang memiliki harta kepada orang yang meminjam hartanya ketika terjadi keterlambatan atau kemunduran janji pembayaran pengembalian sejumlah harta yang dipinjam dari waktu yang telah ditentukan telah disepakati sebelumnya.

Dari berbagai pengertian riba yang telah diartikan oleh sejumlah ahli fiqih di atas, perlu Anda ketahui jika riba merupakan sebuah tindakan yang tak baik dan dilarang oleh ajaran agama terutama ajaran agama Islam.

Riba disamakan sebagai sebuah tindakan atau perbuatan keji dan kotor yang tentu saja tak disukai oleh Allah SWT.

Riba merupakan suatu tindakan yang diharamkan karena hanya merugikan satu belah pihak saja dengan meraup keuntungan lebih tanpa pandang bulu.

Landasan Hukum dari Riba

Dasar hukum dari riba itu adalah haram, hal ini berdasarkan pada firman yang diturunkan oleh Allah SWT dan dikuatkan kembali dengan sabda-sabda Rasulullah SAW. Berikut ini merupakan beberapa hal yang perlu untuk Anda ketahui sebagai landasan dari hukum riba yaitu:

1. Firman pertama yang diturunkan oleh Allah SWT yang menguatkan jika riba adalah perbuatan haram memiliki arti yaitu sebagai berikut:

“orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya” (QS. Al Baqarah [2]: 275).

2. Sabda dari Rasulullah SAW yang menjelaskan lebih detail mengenai pengertian dari riba yaitu

“satu dirham riba yang dimakan seseorang dengan sepengetahuannya itu lebih berat dosanya daripada tiga puluh enam berbuat zina” (HR. Ahmad dengan sanad shahih).

3. Kemudian diperkuat lagi dengan sabda Rasulullah SAW diantaranya adalah

“Allah melaknat pemakan riba, orang yang memberi makan dengan riba, dua orang saksinya, dan penulisnya (sekretarisnya)”. (HR penulis sunan, At Tirmidzi menshahihkan hadits ini).

Macam-Macam dari Riba

Terdapat macam-macam riba yang perlu Anda ketahui jika sumber dari riba itu memiliki dua jenis, yaitu riba nasi’ah dan juga riba fadl. Keduanya itu memiliki perbedaan artian yang cukup signifikan dan berikut ini merupakan penjelasan dari perbedaan dari kedua macam riba tersebut.

1. Riba Nasi’ah

Merupakan sebuah riba yang terjadi karena hasil dari sebuah utang piutang. Dalam jenis hutang yang satu ini, masih dibagi lagi menjadi dua.

Untuk yang pertama akan membahas terlebih dahulu riba jahiliyah. Dari namanya saja sudah memberikan kesan yang menunjukkan jika jenis riba yang satu ini begitu diharamkan dan dibenci oleh Allah SWT. Riba jahiliyah merupakan tindakan melipat gandakan pinjaman ketika terlambat mengembalikannya di waktu yang tepat. Firman Allah SWT yang diturunkan yaitu memiliki arti

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan Riba dengan berlipat ganda” (QS. Ali Imran [3]: 130).

Sedangkan yang kedua yaitu untuk riba nasi’ah yang berasal dari kata fi’il madli nasa’a yang artinya itu adalah menunda, menunggu, menangguhkan, ataupun lebih merujuk pada penambahan waktu.

Ketika seseorang melakukan peminjaman harta lalu meminta keringanan dengan meminta waktu pembayaran diundur, sang pemberi hutang memperolehkan dengan syarat untuk membayar bunga keterlambatan yang akhirnya berujung hutang yang tak terhentikan. Jadi bisa disimpulkan, riba nasi’ah sangat identik dan erat kaitannya dengan bunga pinjaman.

2. Riba fadl

Setelah sebelumnya membahas mengenai pinjaman hutang, jenis riba yang satu ini merupakan suatu tambahan biaya dalam hal jual beli.

Untuk mendapatkan keuntungan, seorang pedagang memang sedikit menaikan harganya untuk mendapatkan sedikit keuntungan. Ketika seorang pedagang menjual produk dagangan dengan harga diatas wajar atau penambahan untung yang terlampau mahal, itulah hal yang paling dibenci oleh Allah.

Sayangnya, riba yang satu ini masih banyak sekali terjadi terutama untuk orang-orang atau pedagang yang ingin meraup keuntungan lebih di pasaran.

Contoh Riba dalam Kehidupan Sehari-Hari

Untuk lebih memudahkan Anda dalam memahami pengertian riba lebih dalam, maka berikut ini merupakan contoh riba di kehidupan sehari-hari yang biasa terjadi.

1. Contoh riba pertama untuk jenis riba yang biasa terjadi di kehidupan sehari-hari yaitu ketika Anda meminjam uang kepada teman, kemudian teman Anda memperbolehkan Anda untuk meminjam uang darinya namun dengan syarat tertentu, misalkan saja syaratnya adalah dengan meminta lebih pada jumlah pengembaliannya nanti. Walaupun tambahan uang yang diminta itu jumlahnya sangat sedikit, namun hal tersebut adalah perbuatan haram yang tak diperbolehkan.

2. Suku bunga yang diberikan oleh sebuah bank konvensional dalam penambahan suku bunga pada setiap angsuran per bulan yang harus dibayarkan itu adalah riba. Hal ini dikarenakan, Anda membayar kewajiban dengan penambahan jumlah uang yang diperuntukkan sebagai keuntungan yang nantinya masuk kepada bank.

Maka dari itu, jika ingin menggunakan jasa bank itu lebih baik pilih bank syariah dengan hukum perjanjian yang sesuai dengan syariat Islam.

Itulah informasi yang bisa diberikan seputar pengertian riba, landasan hukum, macam-macam riba, serta contoh riba yang bisa diberikan pada kesempatan kali ini.

Semoga dengan adanya informasi di atas, Anda bisa terbebas dari riba yang merupakan perbuatan haram yang tak disukai oleh Allah SWT. Dengan menjalankan segala sesuatu yang sesuai dengan syariat islam yang berlaku, maka hati akan terasa lebih tenang dan lebih nyaman.

Related Posts